Rabu, 08 April 2015

Drama Theater "KETIKA CINTA HARUS MEMILIH"

--> Cerita ini dimulai dari sebuah keluarga yang sederhana, mereka baru pindah beberapa bulan dari desa Ke Kota. Mereka hanya tinggal berdua yaitu antara anak gadis dan Ayah. Sang anak yang bernama Alfiani merupakan anak yang baik, penyabar dan rajin. Sedang sang ayah bernama Vicky merupakan lelaki duda yang mempunyai sebuai kedai kopi kecil atau lebih tepatnya Caffee. Hari ini Alfiani akan memulai kehidupan di sekolah barunya.
@rumah
Alfiani    : “Ayah.. hari ini aku buat roti sama susu saja, ma’af ya aku nggak buat nasi goreng seperti biasanya karena aku takut terlambat masuk ke sekolah baruku.”
 Vicky     :  “Tidak apa-apa Alfi.. Ayah mengerti sekali perasaan kamu. Lebih baik kamu berangkat sekarang tidak usah menunggu Ayah selesai makan nanti kamu bisa terlambat.”
Alfiani    :  “Benar Ayah tidak apa-apa? (Vicky mengangguk) kalau begitu aku berangkat dulu ya. (Vicky mengangguk)”
          Alfiani berangkat kesekolah dengan sepedanya, dia melaju dengan sekuat sepedanya terkayuh. Sesampai disekolah dia tidak sengaja menabrak lelaki yang baru turun dari mobil mewah. Hingga akhirnya lelaki tsb jatuh kesakitan. Alfiani langsung berhenti dan turun dari sepedanya lalu membantu lelaki tsb bangun dan meminta ma’af.
@jalan dekat sekolah
Alfiani    :    “Ma’af Tuan, tuan tidak apa-apa??”
Andre       :  “Lepasin!! Eh Lo nggak punya mata apa?!! Maksud Lo apa nabrak gue dari belakang?? Pake’ pegang-pegang lagi.. Oh ~ Lo mau cari kesempatan pegang gue? Emang gue cowok paling ganteng di SMU Mitra ini..”
Alfiani    :  “Jaga mulut anda! Saya pegang anda karena saya mau bantu anda berdiri dan saya sudah minta ma’af pada anda, nggak lebih. Dan saya tadi sudah membunyikan bell saya, anda saja tidak segera minggir dari jalan”
Andre       :  “Terserah gue donk!! Dan Lo pikir ma’af doank cukup!! Kalau iya dengan ma’af saja cukup sudah aku beli dari dulu!”
Alfiani    :  “Lalu mau anda apa?”
Andre       : “Lo nggak liat kaki gue keseleo?? Lo harus minta ma’af sambil sujud di kaki gue.”
Alfiani    :  “Apa??!! Aku nggak mau! Terserah Lo mau kesakitan kek, keseleo, patah tulang sekalian gue nggak mau sujud ke kaki Lo! Titik! Aku harus masuk kelas”
Andre       :  “Hey tung Awww!! Aduh sakit sakit!!”
          Bel berbunyi, Bu Intan berjalan memasuki ruang kelas ditemani dengan Alfiani yang kelak akan menempati kelas B12. Di hatinya masih mengeram mengingat kejadian yang menimpanya tadi pagi. Harapannya dia tidak akan bertemu dengan Lelaki tadi di kelas barunya karena Alfiani tadi juga memperhatikan baju yg dikenakan oleh lelaki tadi.
@ruang kelas
Intan      : “Selamat pagi anak-anak? Hari ini kita kedatangan siswa baru yang akan ibu persilahkan untuk memperkenalkan dirinya.”
Alfiani   : “Pagi semuanya.. saya Alfiani Hadiwinaryo kalian bisa panggil saya Alfi atau Fian, mohon bantuannya”
Intan      : “Baik Alfiani kamu bisa duduk di dekat Iztyanka.”
Iztyanka   :  “Selebah sini .”
Intan      : “Baik anak-anak buka buku Biologinya, hari ini kita akan membahas tentang Kingdom yang ada pada Hewan dan Tumbuhan.”
Iztyanka   : “Kamu pindahan dari mana?”
Alfiani    : “Aku pindahan dari desa, dari SMU juga kok.”
Iztyanka   :  “oh iya aku Iztyanka, kamu bisa panggil aku Izty atau yang lainnya yg penting jangan Tomcat.”
Alfiani    : “Nggak Lah pastinya.”
          Alfiani menjalani hari pertama di sekolahnya sangat menyenangkan, doanya terkabul yaitu dia tidak satu kelas dengan lelaki yg ia tabrak di depan sekolah barunya. Di hari yang lain saat sepulang sekolah Alfiani berencana mengajak Iztyanka mampir ke tempat Caffee Ayahnya.
@jalan
Alfiani    : “Eh Izty, Mau mampir ke Caffee Ayahku nggak??”
Iztyanka :   “Caffee? Kamu punya Caffee? Dimana? Jauh nggak dari sini? Terus ada berapa macam kopi disana?”
Alfiani    : “Satu-satu donk. Banyak, kamu nggak perlu beli kok yang penting kamu berkunjung dulu kesana dan pastinya kamu mau lihat harga/kopinya kan?”
Iztyanka :   “Kok kamu tahu? Ya udah ayo”
          Sesampainya di Caffee Ayah Alfiani Iztyanka langsung terkejut ketika melihat nama dari Caffe tsb yaitu Brown Love Coffee,  dimana tempat Andre Darmanto Widyodiningrat biasa hang out. Maklum bagi seorang Iztyanka tahu tentang hal tsb karena dia hampir tahu seluk beluk yg terjadi atau berita di sekolahnya maka tidak heran kalau dia dijuluki sebagai “Gadis Mata-Mata (Spy Girl)”. Saat masuk kedalam Caffee tsb suasana didalamnya sangatlah menyenangkan dan tentram, maka tidak heran kalau banyak sekali pengunjung yg datang. Iztyanka mencari tempat duduk yg kosong dan dia menemukan satu letaknya tepat di sudut ruangan, lumayan nyaman untuk dirinya seorang. Dengan meja dihiasi bunga Edelwaise yg indah dan tempatnya juga tidak terlalu sempit dan tidak terlalu lebar. Alfiani dan Iztyanka langsung berlari ke arah meja tsb namun ada seorang lelaki yg lebih dulu menduduki kursi tsb, akhirnya Alfiani memutuskan untuk mengenalkan pegawai Caffee dan Ayahnya.
@caffee
Iztyanka :   “Yah~~ mejaku hilang~~”
Alfiani    : “Nggak apa-apa Izty kita ke dapur saja ntar kamu aku kenalin ke Ayah aku sama pegawai Caffee sini mereka cantik-cantik Lho.”
Iztyanka :   “Okelah~ tapi … apa aku nanti dapat tempat duduk di sana?”
Alfiani    : “Itu mah bisa diatur, yang penting aku mau ganti baju dulu. Ayah aku pulang. Mana Mbak Riza sama Mbak Silvi? Kok aku tidak melihat mereka?”
Vicky      : “Bagaimana kamu bisa melihat, kan mereka sedang sibuk melayani pelanggan mana bisa mereka mengurusi kamu, Ya sudah cepat ganti baju banyak pelanggan yg sedang mengantri itu, oh ya gadis cantik ini siapa namanya?”
Alfiani    : “Oh hampir saja aku lupa ini Iztyanka teman sekelas aku sekaligus teman sebangkuku, dia kesini mau mampir dan liat Caffee Ayah, sebenarnya sih aku yg ngajak, Izty ini Ayahku.”
Iztyanka :   “Izty Om, saya suka sekali dengan suasana Caffee Om yg lumayan simple tapi menyenangkan.”
Vicky      : “Terima Kasih, kamu bisa duduk disini Izty selama Alfi bantu-bantu disini.”
Iztyanka :   “Saya juga ingin membantu Om, kan nggak enak kalau Cuma duduk saja, boleh ya Om saya mohon.”
Vicky      : “ya sudah kamu bisa bantu tapi Om nggak memaksa kalau kamu kecapekan kamu boleh istirahat.”
Iztyanka :   “Terima kasih Om… Alfi, Alfi!! Kamu dimana. Aku mau bantu-bantu boleh kan?”
Alfiani    : “Disini (menjawab panggilan Izty), yg bener emang Ayah ngebolehin?”
Iztyanka :   “Aku udah ijin tadi katanya sih nggak apa-apa.”
Alfiani    : “Ya udah cepet ganti baju, cari di loker aku nanti celemeknya kamu ambil di gantungan sebelah loker aku lokernya panjang berdiri, sementara kamu ganti aku beraksi duluan ya ntar kamu nyusulin aku Ok! Cepet Lho ya jangan lama-lama keburu malem.”
Iztyanka :   “Bawel! Ok ok siap Boss”
Alfiani    : “Hai Mbak Silvi, Hai Mbak Riza, mbak meja mana yang belum keurus?”
Silvi        : “Itu nomer 19, sudah dari tadi mereka disitu, hampir mau meledak mereka nunggu pelayan nggak datang datang.”
Alfiani    : “Ok mbak, nanti temenku ada yang mau bantu namanya Izty mohon dipandu ya mbak.”
Silvi        : “Ok, buruan gih!!”
Alfiani    : “Astagfirllah iya. Permisi mbak, boleh saya tulis pesanan anda?”
Fitri        : “Pelayanan macam apa ini, tahu nggak aku nunggu dari ½ jam yg lalu tapi nggak ada 1 pelayan pun yg datang.”
Alfiani    : “Ma’af ya mbak, ma’af sekali pegawai kami minim jadi mohon dimaklumi. Sekarang kalau mbak berkenan mbak mau pesan apa?”
Zee Zee  : “Aku pesen French Moccacino pakai kombinasi Love Spain ya! Nggak pake lama awas Lo kalau lama lagi gue pecat ntar!!”
Fitri        : “Emang Lo siapa main pecat orang aja!!”
Zee Zee  : “Oh iya aku lupa”
Fitri        : “Aku pesen Brownies Cappucinno susunya jangan banyak2 ya!”
Alfiani    : “Baik ada lagi? (Fitri & Zee2 menggelengkan kepala). Kalau begitu mohon tunggu sebentar.”
          Fitri dan Zee Zee adalah gadis yg sebenarnya siswi dari SMU yg sama dengan Alfiani dan Iztyanka namun mereka tidak mengenali satu sama lain karena Alfiani anak baru dan saat di kelas Zee Zee dan Fitri tidak terlalu menghiraukan Alfiani karena terlalu asyik ber-make-up. Beberapa menit kemudian Alfiani datang dengan membawa minuman pesanan mereka, tidak sengaja Alfiani terpeleset dan spontan jatuh, namun seorang lelaki menangkap tubuh Alfiani waktu terdiam sebentar hingga cankir kopi beserta isinya mengguyur dan mengenai tubuh mereka. Alfiani dan lelaki tsb langsung saling melepaskan diri dan merintih kesakitan. Fitri dan Zee Zee hanya melongo melihat kecelakaan yg terjadi didepan mereka, sebenarnya tidak hanya mereka hampir seluruh ruangan melihat kejadian itu. Namun Silvi langsung dapat menenangkan mereka dan membuat suasana membaik seperti semula juga dengan bantuan Iztyanka. Bagi Fitri itu adalah malapetaka seorang karena lelaki tsb adalah Andre laki-laki yg ia kejar-kejar namun tidak juga tertangkap oleh tangannya. Dan sekarang ia melihat lelaki idamannya memeluk gadis lain, dan lebihnya lagi gadis itu hanya seorang gadis pelayan Caffee. Menyedihkan~~~
Alfiani    : “Aaa!!”
Andre & Alfiani: “(setelah cangkir kopi menganai mereka) Aw!!!”
Andre       : “Lo lagi Lo lagi, nggak ada bosen-bosennya ya Lo bikin gue celaka, Lo pengen gue mati??!”
Alfiani    : “Eh Lo nggak bakalan mati kalau Cuma kena cangkir kopi doank!! Emang gue juga nggak enek ngelihat Lo, tiap kali ada Lo gue pasti selalu sial, lagi pula siapa suruh Lo buat nompang tubuh gue pas mau jatuh? Cari kesempatan ya Lo!!??”
Andre       : “Eh…!!!”
Riza        : “Sudah. Ini Caffee jangan bikin ribut!! Alfiani cepet minta ma’af sebelum Ayah kamu tahu!”
Silvi & Izty:  “Mohon dilanjutkan aktivitasnya masing-masing, mohon dimaklumi hal ini anggap saja ini sebagai hiburan semata dan bila masih berlanjut jangan hubungi dokter.”
Alfiani    : “Nggak mau dia juga salah kok!!”
Andre       : “Eh jaga ya tu mulut Lo yang buat gue basah kuyup kayak gini masa’ gue juga yg disuruh minta ma’af!! Mau gue hajar Lo??”
Alfiani    : “Ok!! Lo mau kapan, sekarang? Dimana?!!”
Riza        : “Hush!!!!! Sudah sudah!!!”
Fitri        : “Kopi pesenan aku mana?”
Zee Zee  : “Kopinya kan jatuh barusan…”
Alfiani & Andre:   “DIAMMM!!!!!”
Vicky      : “Ada apa ini? ribut sekali Riza, Alfiani ada apa?”
Riza        : “Tidak….”
Alfiani    : “ini Lho Yah masa aku disuruh minta ma’af sama dia!! Dianya juga yg salah.”
Riza        :  “Alfi!!!! Diam!! Begini Tuan tadi Alfi jatuh terus Andre membantu menolong Alfi tapi kopi yg dibawa Alfi tumpah ketubuh Andre.”
Vicky      : “Ooh.. saya minta ma’af sekali tuan atas perkataan anak saya yg nglantur mohon dima’afkan dia tidak sengaja, mohon dimaklumi.”
Andre       : “Lalu bagaimana dengan baju saya ini Pak, ini basah bau kopi lagi ntar kalau saya dikerubungi semut gimana? Saya ini sudah manis jangan ditambah manis lagi.”
Vicky      : “Kalau masalah itu biar saya atau pegawai saya saja yg bersihkan anda bisa menunggu sebentar.”
Alfiani    : “Ayah apa-apaan sih, dia kan punya tangan biar dia cuci sendiri.”
Vicky      : “Alfi diam!! Cepat minta ma’af!! Dan kamu harus mencuci bajunya!!”
Alfiani    :  “Ta,ta,ta tapi Yah… (Tn. Vicky langsung meniggalkan Alfiani, Andre dan Riza)”
Riza        : “Eh mau kemana, dia urusan kamu!”
Andre       : “Cepat bersihin baju aku!!!! Jangan sampai sobek dan jangan sampai bau tangan Lo yg kotor itu.”
Alfiani    : “Apa Lo bilang!!”
Iztyanka   :  “Udah! Kamu nggak malu apa? cepat kebelakang aku yg urus pelanggan kamu.”
          Dengan hati yg setengah kurang murka dan mau meledak, Alfiani mencuci baju Andre dan setelah menunggu beberapa menit akhirnya baju Andre sudah selesai dicuci dan sudah dikeringkan juga menggunakan mesin cuci yg telah disediakan Ayah Alfiani di Caffee tsb. Dengan berat hati Alfiani mendekati Andre dan mengembalikan bajunya. Sebenarnya jika Andre tidak ada dia ingin sekali menghancurkan baju Andre entah dengan dibakar atau dicincang menjadi baju rombengan.
Alfiani    : “Nih baju Lo!! Kalo bisa mendingan Lo nggak usah kesini lagi deh.”
Andre       : “Siapa Lo ngatur-ngatur gue. Nyokap gue aja nggak pernah ngatur gue. Lagipula Caffee kayak gini aja, gue bisa beli!! Oh~~ kita belum impas, soal yg tadi pagi Lo belum mau minta ma’af.”
Alfiani    : “Banyak omong banget sih!! Mendingan Lo pergi dari sini atau gue yg pergi!?”
Andre       : “Toko ini punya Bapak Lo ngapain Lo pergi? Dasar cewek aneh!! Lo murid baru ya di SMU Mitra Mandiri? (Alfiani mengangguk) Kita Lihat aja besok.”
          Waktu sudah menunjukkan pukul 05:30 pm. Iztyanka memutuskan untuk pulang setelah mencoba kopi yg disediakan di Brown Love Coffee dan berpamitan kepada Ayah Alfiani dan pegawai Caffee.
Iztyanka   :  “Om Vicky saya pulang dulu ya terima kasih saya sudah diberi kopi cuma-cuma  dan rasanya enak sekali.”
Vicky        : “Iya sama-sama. Saya juga berterima kasih karena kamu sudah bantu-bantu tadi disini. Hati-hati ya dijalan, salam buat orang tua kamu.”
Iztyanka   :  “Iya Om. Saya pamit. Mbak Silvi Mbak Riza aku pulang ya! Bye Bye”
Riza & Silvi: “Bye Bye!! Hati-hati ya~~~”
Alfiani    : “Yuk aku anter pulang. Aku juga mau pulang kerumah.”
          Iztyanka dan Alfiani pulang kerumah masing-masing. Sesampainya di rumah Alfiani ganti baju dan langsung membersihkan rumah, mandi lalu menyiapkan makanan. Selanjutnya ia menunggu Ayahnya pulang untuk makan malam bersama. “TING TONG” bel rumah berbunyi, Alfiani membukakan pintu dan langsung mengenali sosok dibalik pintu itu adalah Ayah tersayangnya telah pulang. Seperti biasa, sang Ayah langsung mandi dan menyantap makan malam yg sudah disediakan oleh ayahnya. Saat makan malam berlangsung suasana hening sesaat, kemudian Ayah Vicky memulai pembicaraan.
@rumah
Vicky      : “Tadi siapa?”
Alfiani    : “Bukan siapa-siapa Yah~”
Vicky      : “Lalu kenapa hanya masalah kopi tumpah saja kamu marah-marah?”
Alfiani    : “Dia tadi pegang aku Yah~”
Vicky      : “Dia menolong kamu, apa kamu tidak mengerti betapa malunya Ayah tadi saat kegaduhan terjadi?!! Seharusnya kamu bisa jaga emosi kamu!! Lelaki itu tadi adalah pelanggan setia Ayah, dia sudah setiap hari datang ke Caffee Ayah. (Alfi mulai menangis)”
Alfiani    : “Ma’af Yah~~ Alfi tidak sengaja… Alfi kebawa emosi tolong jangan marahi saya.”
Vicky      : “Ayah tidak akan marah lagi, ma’afkan Ayah… Ayah bisa mengerti pasti dia teman dari sekolah barumu benar kan? (Alfi mengangguk). Lain kali jangan diulangi lagi ya, Ayah mohon dengan sangat (Alfi mengangguk lagi dalam isakan tangisannya)”
Alfiani    : “Sekali lagi ma’afkan Alfi ya Yah~~ Alfi janji kejadian seperti tadi tidak akan terulang lagi.”
Vicky      : “Iya Ayah mengerti. Besok Ayah tidak bisa jaga kedai jadi kalau bisa kamu pulang agak cepat teman lama Ayah mengajak bertemu, dia baru pulang dari luar negeri. Setelah itu ayah langsung pulang kerumah”
Alfiani    : “Baik Yah… jangan lama-lama ya Yah.”
@Rumah Mewah
          Sedangkan di kehidupan keluarga yg berbeda. Disaat Andre membuka pintu rumahnya yg besar dan megah, tanpa salam dia memasuki rumahnya dan langsung menuju kamar dan menyuruh beberapa pelayan yg sudah berdiri sedari tadi memberi salam kepada Tuan Muda yg terlalu diagungkan namun tidak tahu sopan santun untuk menyiapkan air hangat yg akan dipakainya mandi. Sosok wanita terlihat saat Andre membuka knop pintu kamarnya, wanita itu menoleh dan ternyata itu adalah Ny. Kirina Hanungwirnuyoningrat, spontan Andre kaget mengapa Malaikat Pencabut Nyawa itu ada di dalam kamarnya?
@Kamar
Andre         : “Mami?!!! Masih hidup???”
Kirina     : “Syukur, maut nggak mampir ke Mami. Andre sayang… Mami kangen sekali. Setelah 4 bulan di Paris Mami pengen Lihat wajah anak mama yg tampan dan macho ini. bagaimana kabar kamu sayang?
Andre       : “Nggak baik Mi…”
Kirina     : “Lho emangnya kenapa? Apa uang yyg mama transfer masih kurang? Atau pelayan kita nggak becus? Whats happen baby?”
Andre       : “Aku capek Mi… aku mau mandi, mami sudah mandi apa belum?”
Kirina     : “Tentu Baby… mami sudah pakai perfume 1 botol, memangnya kenapa?”
Andre       : “Nggak apa-apa Mi. (ngomong lirih) kok baunya kayak mayat kuburan ya~~”
          Ny. Kirina adalah ibu dari Andre, sebenarnya Andre punya Kakak perempuan, namun ia sedang melanjutkan kuliahnya di Harvard University. Keluarga Ny Kirina adalah keluarga orang kaya yg hartanya tidak akan habis 7 turunan. Semua harta itu adalah miliknya dan suaminya. Namun sangat disayangkan Suami Ny. Kirina meninggal sejak Andre masih berumur 8 thn. Sejak saat itu Andre suka menyendiri dan sampai akhirnya ia menemukan seorang sahabat semasa kecil, dia adalah seorang gadis dari anak teman ibunya. Namun berpisah setelah selang beberapa bulan kemudian. Andre masih selalu mengingat kesukaan teman gadisnya itu yaitu Boneka Lumba-Lumba Biru dan Puding Blueberry. Terkadang ia ingin kembali kemasa-masa tsb dan berharap dunia berhenti saat ia bersama dengan teman gadisnya.
@Sekolah
          Pagi harinya Andre berangkat kesekolah dan berniat ingin bertemu dengan Alfiani, namun tanpa ada panggilan ataupun aba-aba dari saya datanglah Fitri dan Zee Zee mendekati  Andre.
Fitri       :  “Selamat pagi Pangeranku~~ Andre kenapa kemarin kamu nolongin Gadis Caffee itu?? Biarin aja dia jatoh toh kalau dia jatoh kamu juga nggak rugi dan aku juga nggak jelouse nglihatnya~~”
Zee Zee  : “Bener banget tuh Baby Andre… aku juga jelouse Lho kemarin.”
Andre      :   “kalian ini apa-apaan sih. Gue risih kalo Lo kayak gini.”
          Alfiani tiba disekolah dan tanpa disengaja Andre melihat kedatangannya, saat Alfiani juga tahu, ia langsung berlari menyelamatkan dirinya dari terkaman harimau. Saat dilihatnya kebelakang tak ada sosok Andre, ia langsung lega dan menghela nafas panjang, namun saat melihat kedepan…
Alfiani    : “Aaaa!!!!! Lo ngapain ngejar-ngejar gue, pake’ nongol didepan gue tiba-tiba lagi!!”
Andre       :  “Gue mau Lo jadi pelayan gue selam 1 bulan di sekolah ini. Dan selama itu berlangsung Lo nggak boleh marah dan nggak boleh nolak semua permintaan gue”
Alfiani    : “APA!!!!”
Andre         : “Perasaan dari tadi Lo teriak2 mulu, pita suara Lo emang nggak rusak?!!”
Alfiani    : “Kenapa gue harus jadi pelayan Lo? Lo kan orang kaya, emang Lo kekurangan tenaga kerja pembantu ya di rumah Lo? dan kenapa harus gue.”
Andre       :  “Salah Lo sendiri nabrak gue, emang nggak sakit apa keseleo sampe’ 1 hari gue diurut karena nggak bisa jalan!!”
Alfiani    :  “Beneran?? Kasihan banget sih hidup Lo. Ya udah gue setuju selama permintaan Lo nggak aneh-aneh dan benerang 1 bulan doank ya jgn lama-lama. (Andre mengangguk dan memberikan kertas perjanjian berisikan surat kontrak yg harus ditanda tangani oleh kedua pihak).”
Andre       :  “Nih tanda tangan disini sebaga tanda Lo setuju.”
Alfiani    :  “Apa ini?”
Andre       :  “Itu surat kontrak Bodoh (sambil mendorong kepala Alfiani, lalu Alfi menandatangani surat tsb dan salaman tanda setuju).”
          Setiap hari Andre selalu menemui Alfiani dan menyuruhnya, terkadang saat di sekolah , Andre menyuruhnya untuk membawakan tas, membelikan makanan saat istirahat sampai-sampai mengerjakan tugas sekolah dan saat di Caffee pun Andre juga sengaja memesan makanan dan minuman yg aneh-aneh seperti Kopi rasa pisang dan spagetthi tapi mienya tidak boleh sampai keriting. Sudah 3 minggu ini Alfiani menjadi pelayan Andre, sebagai seorang laki-laki Andre pun masih punya hati nurani ,dia mengajak Alfi jalan-jalan mulai dari Pasar Malam , toko boneka dan sampai pemberhentian terakhir mereka di Restaurant lumayan mewah. Alfiani kaget saat memasuki Restaurant tsb, takutnya ia tak sanggup membayar makanan yg ia beli nanti.
@ Restaurant
Andre         : “Hari ini Lo capek nggak?”
Alfiani    : “Pake’ nanya lagi, ya iyalah capek, malahan capek gue 2 kali lipat lebih parah dari capek yg Lo rasain sekarang.”
Pelayan Restaurant      : “Ma’af Mbak, Mas boleh saya tulis pesanan anda berdua?”
Andre      :   “Saya pesan ‘Beef Steak’ masing-masing satu. Lo pesen apa?”
Alfiani    : “Andre boleh dibawa pulang nggak? Gue harus pulang nih kasihan Ayah nunggu dirumah. (Andre mengangguk). Kalau begitu saya pesan Puding Blueberry 1 ya mbak.”
Pelayan Restaurant      :“Baik, tunggu sebentar  ya Mbak, Mas.”
          Spontan Andre kaget karena kesukaan Alfiani hampir mirip dengan teman semasa kecilnya. Mulai dari sikap, boneka dan sekarang makanan. Seusai pesanan yg mereka pesan datang, Andre langsung mengantar Alfiani pulang, namun ia menolak dan memutuskan untuk pulang sendiri. Pertama Andre sedikit khawatir namun akhirnya ia menyetujui permintaan Alfiani. Perasaan Andre mulai berubah, ia merasa seperti ingin terus berada di dekat Alfiani namun hal tsb belum disadari oleh Alfiani. Sampai dirumah Andre disambut seperti biasa oleh pelayan rumahnya, dan salah satu pelayan mengatakan bahwa Ny. Besar menunggunya di Meja Makan.
Andre         : “Aku pulang Mi…”
Kirina     : “Andre, sayang… dari mana saja kamu nak? Pasti dari pacaran ya? Oh atau shopping, atau abis dari fitness?”
Andre      :   “Abis dari Pasar Malam doank kok Mi. Bagaimana dengan teman Mami yg waktu itu Mami ajak ketemuan?”
Kirina     : “Oh, Mami sudah ketemu sama teman lama Mami, dia sekarang sudah lumayan sukses, ya lumayanlah nggak jadi rakyat-rakyat jelata amat (Andre hanya mengangguk saja, di benaknya masih terfikirkan Alfiani). Oh ya Andre sebenarnya Mami berniat mengenalkan kamu sama teman Mami yg 1 ini karena Mami kepikiran mau nikah lagi, bolehkan Andre?”
Andre      :   “terserah Mami. Ini Beef Steak, aku beli tadi.”
Kirina     : “Yg benar sayang?!! Jadi kamu setuju kalau Mami menikah lagi. Ya sudah lusa Mami kenalkan calon Papi kamu ok!! (‘Hnn!!’ jawab Andre lesu, lalu dia makan dan masuk kamar).”
          Andre mulai bersikap sedikit ramah dan halus terhapad Alfiani. Alfiani pun merasa heran akan sikap Andre yg mengalami kemiringan  terhadap dirinya. Namun dia tidak menghiraukannya, lama-kelamaan Andre merasa kalau dirinya suka kepada Alfiani, dan ingin mengunkapkan perasaannya  tanpa ada ragu.
Andre      :   “Apa kamu ingat kalau dulu kamu pernah membantu anak laki-laki yg terjatuh kedalam selokan air?”
Alfiani    : “Hmm… kok kamu tahu?? (Alfiani menolah ke Andre dan melihat sosok Andre saat ia masih kecil dan sontak Alfiani kaget.) Kamu!!!!!! Kamu Andre !!!”
Andre      :   “Iya , aku Andre teman kamu waktu kecil. Dan sekarang aku pengen tahu kalau aku sayang banget sama kamu dan aku nggak pengen kahilangan kamu untuk yg kedua kalinya”
Alfiani    : “Aku… nggak nyangka kalau kamu ini Andre. Andre dulu dan sekarang berbeda jauh, tapi sekarang kamu bilang sayang sama aku… ”
-->
Belum selesai Alfiani menyelesaikan perkataannya, mulutnya sudah dibungkam oleh mulut Andre.
          Di lain tempat Ny. Kirina dibantu oleh temannya, Eva menyiapkan makan malam untuk tamu specialnya yg akan dikenalkannya kepada Andre, kali ini ia ingin menyiapkan sendiri hidangan makan malam tanpa bantuan dari pelayan-pelayannya. Kakak Andre juga hari telah kembali dari Luar Negeri. Jam yg ditentukan telah tiba, tamu Ny. Kirina datang bersama putrinya. Betapa kagetnya Andre saat mengetahui bahwa orang itu adalah Ayah Alfiani, namun ia berusaha tetap tenang setelah melihat wajah Alfiani yg tenang pula. Lain dari pandangan kakak Andre, ia melihat bahwa ada sesuatu antara adiknya dengan putri sang tamu tsb.
@halaman
Vicky      : “Assalamualaikum…”
Kirina & keluarga:         “Wa’alaikumsalam, silahkan masuk…”
Kirina     : “Bagaimana perjalanannya tadi?”
Vicky      : “Menyenagkan, sedikit susah untuk menemukan rumahmu. Oh ya apa mereka anakmu?”
Kirina     :  “Iya. Ini Ira anak sulungku, ini adiknya Andre dan ini bukan anakku Eva dia adalah patner yg bantu aku masak. Ira, Andre ini Om Vicky, dia yg akan menjadi Calon Papi kalian (Ira & Andre mnundukkan kepala kemudian Tn. Vicky membalasnya.) Oh ini pasti Alfi kecil itu kan? Sekarang kamu sudah besar tapi masih pendek ya… (Alfiani mengangguk)”
Eva        :  “Mari dimulai makan malamnya dan jika rasanya ada yg kurang mohon jangan dikomplain dan jangan hubungi polisi.”
          Selama makan malam berlangsung Andre menatap Alfiani namun tidak dgn Alfiani, dia terlalu takut akan tatapan itu.  Sampai acara makan malam selesai Alfiani masih diam tanpa kata. Di sisi lain Andre dan Alfiani tidak menyangka akan bertemu dalam acara yg tidak diinginkan mereka.
@ruang makan
Kirina     :“Sudah lama ya kita nggak bertemu.. bagaimana bisnis Caffeemu?”
Vicky      :  “Alhamdulillah lancar Rin, ngomong-ngomong kita tunangan rencananya tgl berapa?”
Eva        :  “Bagaimana kalau akhir bulan ini? kita akan ngadain pesta besar-besaran, di gedung atau dirumahmu ini Rin?”
Vicky      :  “Kalau menurutku dirumah ini, biar uangnya nggak keluar banyak-banyak.”
Kirina     :  “Dari dulu kamu nggak berubah Vik, masih aja tetap hemat.”
          TERTAWA BERSAMA.
Vicky      :  “Ya sudah Rin, aku pulang ya terima kasih atas makan malamnya.”
Eva        : “iya. Aku juga mau pamit, kasihan anak-anakku belum aku kasih makan.”
Kirina     : “Sama-sama. Hati-hati di jalan.”
Ira          : “Makan malam hari ini, kamu nggak seperti biasanya Ndre. Dan kakak tadi melihat ada yg aneh antara kamu dengan Alfi, anaknya Tn. Vicky. Ada apa? Cerita sama kakak!”
Andre      :   “Begini kak, sebenarnya itu aku sama Alfi…
Ira          : “Saling suka? (Andre mengangguk) sudah kakak duga dari awal.”
Andre      :   “Sekarang aku harus bagaimana kak? Mami sama Ayah Alfi mau menikah. Otomatis aku sama Alfi bakalan jadi saudara, dan aku nggak mau itu terjadi.”
Ira          : “Kakak akan bantu kamu ngomong sama Mami, kalau kakak yg ngomong pasti Mami bakalan setuju. Ikut kakak ke kamar mami. (jeda beberapa menit). Nenek!! Apa nenek lihat mami nggak?”
Nenek    : “Dia ada di pinggir kolam renang. Nenek juga mau nyamperin Mami kalian, yuk barengan.”
Ira          : “Mi, ada Sesuatu yg mau aku omongin sama Mami.”
Kirina     : “Ngomong aja sayang.”
          Selama Ira dan Maminya membahas pembicaraan akan hubungan Andre dan Alfi, Andre dan sang nenek juga membahas hal serupa di beranda rumah dekat kolam renang. Sang nenek langsung mengerti kata-kata Andre karena temannya dulu juga pernah mendapatkan masalah yg sekarang sedang dihadapi oleh cucunya sendiri. Setelah Andre selesai bercerita, sang nenek menyuruhnya untuk masuk kedalam kamar, sedangkan Ny. Kirina tidak menyangka akan seperti ini jadinya, dia menyuruh Ira pergi meninggalkannya sendiri dalam keheningan suasana yg ia tempati saat ini. Hening sejenak hanya gemercik air yg membelah keheningan malam saat itu, tiba-tiba Nenek menghampiri Ny. Kirina dan membangunkan dari lamunannya. Sang nenek duduk di sebelah Kirina dan berniat memberikan solusi yg tepat untuknya dan keluarganya.
@kolam renang
Nenek:   “Rina… Ibu mengerti perasaanmu, lama tidak berjumpa dengan teman lamamu dan kalian juga saling mencintai sejak dulu. Tapi lebih baiknya untuk kali ini kamu biarkan, anakmu Andre mencintai seseorang dan kamu harus merelakan Vicky. Toh dia nanti juga akan berbesan dengan kita.”
Kirina:    “Kalau menurut ibu itu yg terbaik, baiklah bu aku dan Vicky akan membatalkan pernikahan kami. Aku akan kabari Vicky terlebih dahulu, Lebih baik ibu tidur takutnya nanti ibu sakit lagi ntar nggak bisa meni pedi bareng.”
          Sang nenek pergi meninggalkan Kirina yg terlihat menghubungi Vicky. Nenek mampir ke kamar Andre, dilihatnya kedua cucunya sedang terduduk saling diam seperti berharap aka nada keajaiban datang menghampiri mereka. Sedang Tn. Vicky yg mendapat berita dari Ny. Kirina langsung kaget namun menyetujui karena merasa iba akan perasaan ankanya.
Vicky:      “Ayah dan Kirina membatalkan pernikahan kami Alfi, jadi jangan khawatir akan kami lagi.
          Hal serupa juga di ucapkan oleh Nenek kepada Andre dan Ira. Lega mendengar pernyataan tsb mereka langsung berpelukan dan mengucapkan banyak terima kasih kepada sang nenek, terutama Andre dia merasa sangat bahagia dan bersujud syukur karena do’anya telah didengar oleh Yg Maha Kuasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar