Minggu, 01 Juli 2012

10 Orang Yang Menaturalisasikan Menjadi WNI


10 ORANG YANG MENATURALISASIKAN DIRINYA MENJADI WNI
1.)      Greg Nwokolo
Greg, pemain berdarah Nigeria ini resmi menjadi WNI dan ingin membela timnas Indonesia, namun menyusul dualisme kompetisi di tanah air, ambisi Greg ini belum kesampaian, pasalnya dia bermain di Pelita Jaya, klub yang bernaung di Indonesia Super League (ISL), yang sebelumnya dianggap ilegal oleh PSSI.

Menanti cukup lama bahkan sampai tujuh tahun, striker Persija asal Nigeria, Greg Nwokolo mengaku dirinya merasa senang dan terharu karena kini akhirnya berhasil mendapatkan status WNI yang ia impikan. Iapun menyatakan kesiapannya membela nama Indonesia di ajang International jika dipercaya mengenakan kostum merah putih dan ikut tergabung dalam tim Pelita Jaya.
"Aku mau bilang aku akan menjalani tugas sebagai orang Indonesia sebaik-baiknya," ujar Greg.
Namun, menyusul keputusan kongres Palangka Raya yang mengakui ISL sebagai kompetisi resmi PSSI, namun dengan beberapa catatan, keinginan Greg untuk mengenakan seragam merah-putih kembali menyala.
“Saya senang dengan keputusan PSSI itu, ambisi saya membela timnas Merah Putih bisa terwujud lagi, saya mencintai negara ini, saya tidak ingin sepak bola menjadi terpecah-pecah,” kata Greg menjawab pertanyaan dari http://www.arenaku.com, di kantor PSSI, Kamis (29/3).
Menurut Greg, dirinya ingin dualisme ini segara diakhiri dan semua pihak membangun kembali sepak bola Indonesia ke arah yang lebih baik.
“Semua orang harus mengesampingkan egonya, untuk sepak bola Indonesia. Saya jika dipanggil membela timnas, saya selalu siap, kita tunggu saja,” tukas Greg.
2.)     Jhon van Beukering

Beukering adalah pemain kelahiran Velp, Belanda, 29 September 1983. Pemain ini dikabarkan telah mengikat kontrak selama 3 tahun dengan Pelita Jaya.
Beukering mengawali karirnya di dunia sepak bola dengan membela Vitesse 2000-2004. Di musim pertamanya, pemain yang berposisi sebagai striker itu  mencetak 2 gol dari tiga kali penampilannya. Di musim berikutnya Beukering mendapat tempat di tim inti namun hanya mampu mencetak 3 gol saja.
Lama tak bermain di musim 2002/2003, Vitesse akhirnya meminjamkan Beukering ke FC Zwolle sebelum akhirnya memperkuat tim senior De Graafschap 2004-2007. Beberapa kali Beukering berpindah klub, mulai dari NEC, Go Ahead Eagles, Feynord, dan Cs Vise.
Terakhir, Beukering dikabarkan tengah mengikat kontrak selama tiga tahun dengan Pelita Jaya. Beukering sebenarnya sempat diudang memperkuat Indonesia saat menghadapi Uruguay beberapa waktu lalu. Namun karena belum memegang paspor Indonesia,  PSSI akhirnya membatalkan kedatangannya.
3.)    Sergio Van Dijk dan

4.)    Joey Suk

Seharusnya kedua pemain berdarah Belanda ini diambil sumpah sebagai WNI bersama-sama dengan Greg Nwokolo, Victor Igbonefo, Jhonny van Beukering dan Tony Cussel Oktober lalu namun karena administrasi yang belum selesai maka pengambilan sumpah keduannya mundur.
Menurut Mantan Deputi Bidang Teknis Badan Tim Nasional (BTN), yang juga penanggung jawab naturalisasi pemain, Iman Arif, Sergio dan Joe akan disumpah akhir bulan ini.
Iman menambahkan bahwa walau nantinya kedua pemain tersebut telah WNI namun keduanya masih ingin melanjutkan karir di luar negeri.
“Saat ini  Joey Suk dan Sergio van  Dijk bermain di luar negeri dan mereka akan tetap bermain disana walau telah WNI,” kata Iman, Senin (12/12).
Sergio Van Dijk saat ini merupakan striker andalan klub A-League (Liga Australia) Adelaide United sedangkan Joey bermain untuk klub Eerste Divisie (Divisi dibawah Eredivisie) Belanda, Go Ahead Eagles.
Sebelumnya sempat tersiar kabar bahwa Joet Suk sempat ragu untuk merubah paspornya karena takut karir sepakbolanya di Belanda akan tersendat karena bukan lagi berstatus pemain lokal dan Indonesia bukan negara Uni Eropa sehingga banyak persyaratan administrasi yang harus dipenuhi.
5.)     Empat Pemain Asing yang Dinaturalisasikan
Indonesia tercatat sudah lebih dulu menaturalisasikan empat pemain asing dan keturunan sebagai WNI. Keempat pemain tersebut adalah sebagai berikut:
* Christian Gonzales                                            

 *Diego Michel

*Kim Jeffery Kurniawan 

*Irfan Bachdim

Empat pemain asing ini jika lancar bisa langsung membela Timnas Merah Putih di laga keempat Pra Piala Dunia ketika menghadapi Qatar bulan November 2011 mendatang. selain itu salah satu pemain naturalisasi yang kini membela FC Utrecht, Stefano Lilipaly bahkan bisa membela Timnas U-23 di SEA Games 2011 karena usianya yang masih sangat muda. Mantan rekan Irfan Bachdim di Utrecht ini tentunya akan menjadi tambahan tenaga berharga bagi Timnas U-23 yang ditargetkan meraih emas di SEA Games.
8.)      Viktor Igbonefo Bangga Jadi Pemain Naturalisasi

Viktor Chukwuekezie Igbonefo, bek tangguh Persipura Jayapura, bangga menjadi pemain naturalisasi. Meski baru akan disumpah dari Kementerian Hukum dan HAM pada 6 Oktober 2011, ia secara serius tetap membela tim Mutiara Hitam.
 “Saya bangga jadi pemain naturalisasi. Ini sudah menjadi takdir dan bagian hidup saya,” kata Viktor, Sabtu, 10 September 2011.
Persipura berencana akan mempercepat naturalisasi Viktor usai bertandang ke markas Arbil FC di Irak pada 29 Oktober 2011. Ia termasuk enam dari seluruh pemain asing di Indonesia yang akan dimasukkan dalam tim nasional. Selain Viktor, lima pemain naturalisasi lainnya, yakni Tonnie Cusell, Stefano Lilipaly, Johny Rudolf van Beukering, dan Sergio van Dijk. Keempatnya adalah warga keturunan Belanda. Sementara Victor dan Greg Nwokolo (Persija) berasal dari Nigeria.
“Saya tidak masalah dilibatkan dalam timnas, kamu tahu bahwa saya ingin membela Indonesia,” ujarnya.
Pemain kelahiran 10 Oktober 1985 itu tidak merasa minder untuk masuk timnas bersama Firman Utina cs. Menurutnya, menjadi warga negara Indonesia sudah angan-angannya semenjak dulu. “Saya di Persipura sudah sangat lama. Saya menjadi pemain terlama delapan tahun yang sudah tahu persis bagaimana kondisi timnas sejak beberapa tahun lalu,” katanya.
Keluarga mendukungnya berada di Indonesia. Ayah Viktor, Basil Igbonefo, dan ibunya, Roseline Igbonefo, memaklumi anak mereka bermain untuk negara lain. “Dan ini bukan masalah saya mendapat izin dan restu dari mereka.”
Viktor adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Saudara tertuanya, Jane, kemudian Evelyn, Patrick, dan Beniglus Igbonefo. Viktor sendiri tiba di Jayapura sejak 8 Juli 2004. “Saya betah di sini, Persipura saya anggap sebagai keluarga saya sendiri. Manajemennya, pemain-pemain, dan timnya sangat hebat, itu membuat saya bertahan sampai saat ini,” katanya.
9.)     Tonnie Cusell dan

Persiapan skuad PSMS Medan di ajang Indonesia Super League (ISL) semakin baik. Terlebih, dua pemain naturalisasi berdarah Belanda, Ruben Banuaran dan Toni Cussel, dipastikan berada di tim yang akan menjalani laga perdana melawan Mitra Kukar, Minggu (4/12) ini.
Kedua pemain itu tak lagi menjalani seleksi, lantaran keduanya merupakan pemberian sponsor, yakni PT Bakrie Sumatra Plantation.
"Bakrie sebagai sponsor telah menyumbangkan dua pemain ini dan dipastikan memperkuat tim. Semua biaya kedua pemain ini ditanggung sponsorship dan saya berterima kasih sekali," ujar pelatih kepala PSMS Raja Isa di sela-sela latihan di Stadion Teladan, Kamis (1/12) malam WIB.
Baik Ruben maupun Toni akan segera tiba di Medan dan dijadwalkan Jum'at (2/11) sudah sampai. "Saya belum tahu mereka seperti apa, hanya sebatas lihat di televisi. Tapi saya senang ada yang peduli dengan tim ini," jelasnya.
10.)  Ruben Wuarbanaran

Dia menyebutkan, saat ini kondisi tim siap untuk menghadapi Mitra Kukar. "Lawan kita tim yang luar biasa. Punya pemain timnas, seperti Hamka, juga pemain seperti Saktiawan (Sinaga). Memang kami beda kelas, tapi kami termotivasi untuk menang karena apapun bisa terjadi di lapangan," ungkapnya.
Mantan pelatih Persiram Raja Ampat ini menambahkan dirinya terus serius memantau perkembangan tim bukan hanya senior tapi juga junior. Saat ini ada dua pesepakbola yang latihan di Uruguay dalam program S.A.D ikut PSMS U-23.
Sementara itu, dari sisi keuangan, PSMS ISL sedang mengumpulkan dana senilai Rp6,5 miliar. Hal itu diungkapkan manajer keuangan PT PSMS Iswanda Nanda Ramli. Dana itu berasal dari PT Bakrie Sumatra Plantations sebagai sponsor utama senilai Rp5 Miliar, dan dari PT Liga Indonesia sebesar Rp1,5 Miliar. Namun pencairan dana senilai Rp5 Miliar itu harus menanti draft kontrak pemain, baik asing maupun lokal. Plus kontrak pelatih tentunya.
"Ketika draft kontak sudah kita selesaikan, maka itu akan segera kita laporkan kepada Bakrie Sumatra Plantations. Jika sudah lengkap,  maka dana Rp5 miliar segera cair. Pemain asing sudah dapat panjar kontrak. Yang lain menyusul secepatnya," tuturnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar